Sabtu, 13 April 2013

Fakta tentang film Toy Story



Ternyata di balik pembuatan film animasi Toy Story 1 sampai 3, ada hal hal lucu dan unik yang terjadi. Mungkin fakta-fakta di balik pembuatan ini beberapa dari kalian ada yang belum tahu. Mari kita simak!

1. Ketiga sekuel film Toy Story tidak pernah menerima peringkat 100% di Rotten Tomatoes. Namun masih menerima skor yang relatif tinggi sebesar 99%. Berikut peringkatnya:
http://hermawayne.blogspot.com
http://hermawayne.blogspot.com
http://hermawayne.blogspot.com

2. Mobil Delivery Pizza Planet selalu muncul dalam setiap film Pixar, kecuali di film The Incredibles, dan muncul dalam ketiga film Toy Story.
http://hermawayne.blogspot.com
Pizza Planet Car

3. Planet Pizza awalnya bernama Pizza Putt, sebuah restoran pizza yang benar-benar ada.

4. Pixar bisa menyelesaikan animasi hanya dalam waktu 3,5 menit.
http://hermawayne.blogspot.com
Pixar team

5. Tim Allen dan Pixar awalnya ingin Jim Carrey untuk mengisi suara Buzz Light year, tetapi mereka tidak bisa karena anggaran yang kurang dalam film ini.
http://hermawayne.blogspot.com
Jim Carrey

6. Billy Crystal awalnya ditawarkan kesempatan untuk mengisi suara Buzz Light year, tetapi ia menolak. Setelah melihat film selesai, dia mengatakan keputusan itu adalah kesalahan terbesar dalam karirnya.
http://hermawayne.blogspot.com
Billy Crystal

7. Awalnya, Film ini diberi judul “You Are A Toy.”

8. Awalnya, karakter utama yang akan dipakai adalah Tinny. Diambil dari karakter berjudul Tin Toy (1988). Dalam film itu, ceritanya ia akan tersesat selama perjalanan keluarga dan bergabung dengan boneka ventriloquist yang bersifat sarkastik.
http://hermawayne.blogspot.com
Tinny

9. Nama asli Buzz Lightyear adalah Lunar Larry.

10. Mattel, awalnya tidak mau ada karakter Barbie dalam film tersebut karena mereka berpikir film tersebut akan gagal. Mereka juga tidak mau Barbie yang memiliki kepribadiannya dan memilih untuk membiarkan anak-anak membayangkan Barbie dengan kepribadiannya sendiri. Ketika film terbukti sukses besar, Mattel mengijinkan Barbie muncul di Toy Story 2.

11. Hasbro membantah Pixar menggunakan nama GI Joe ketika diberitahu bahwa boneka GI Joe akan diledakkan oleh Sid. tapi Pixar menggunakan tentara sebagai gantinya.

12. Untuk Toy Story asli, Tom Hanks mencatat dialog selama istirahat dari Sleepless in Seattle (1993) dan A League of their own (1992). Dia tidak ingin merekam dialog selama istirahat dari Philadelphia (1993) atau Forrest Gump (1994) karena ia merasa ia tidak harus melakukan peran komedi di antara peran yang serius.

13. Nomor “95" sering muncul di 3 film toy story. Karena Toy Story yang asli pertama kali dirilis tahun 1995.

14. Toy Story 2 pada awalnya direncanakan sebagai sekuel yang hanya akan ditayangkan untuk Homevideo.

15. Banyak buku-buku di rak di kamar Andy adalah nama-nama film-film pendek Pixar (Adventures of Andre dan Wally B, Pernak Knack, dll) dan beberapa penulis buku ini diberi nama oleh staf Pixar.
http://hermawayne.blogspot.com

16. Pixar menyajikan sebuah draft awal film untuk Disney pada tanggal 19 November 1993. Namun ditolak. Menurut CSI Miami, Woody dalam Toy Story ini disebut sebagai “Si brengsek sarkastik” yang selalu menghina mainan lainnya. Disney segera menghentikan produksi sambil menunggu script baru. Tim cerita menghabiskan seminggu pada sebuah script baru untuk membuat Woody karakter yang lebih menyenangkan, dan bukan “Si brengsek sarkastik”.

17. Little Bo Peep awalnya seharusnya menjadi boneka Barbie.
http://hermawayne.blogspot.com
Little Bo Peep

18. Karakter Andy diambil dari nama Andries “Andy” Van Dam, Profesor Brown University dan ilmu komputer dan pelopor animasi yang mengajarkan banyak untuk pembuatan film ini.

19. Toy Story 3 adalah sekuel pertama yang dinominasikan untuk Best Picture Oscar.

20. Toy Story 3 adalah film animasi pertama yang mempunyai keuntungan lebih dari $ 1 milyar di Box Office seluruh dunia. Ini adalah ke-10 film terlaris tertinggi sepanjang masa.

21. Plat mobil ibu Andy adalah “A 111" di bagian depan dan “A 113" di belakang. "A111" dan "A113" adalah 2 ruangan yang digunakan oleh para animator Pixar.

22. Toy Story diselesaikan dengan anggaran $ 30.000.000 dengan memakai 110 staf. Sebagai perbandingan, The Lion King, yang dirilis pada tahun 1994, diperlukan anggaran sebesar $ 45 juta dan 800 staf.

23. Toy Story 2 adalah film review terbaik sepanjang masa menurut survey Rotten Tomatoes. Toy Story 1 dinomor 4.

24. Green Three Eyed Aliens memiliki gambar pizza (pepperoni dan jamur) di bagian dada mereka.
http://hermawayne.blogspot.com
Green Three Eyed Aliens

25. Tom Hanks dan Tim Allen keduanya mengaku menangis pada bagian kilas balik ketika Jessie ditolak dan ditinggalkan oleh pemiliknya, backsoundnya “When She Loved Me”, yang dinyanyikan oleh Sarah McLachlan.

26. Seluruh Tim animasi mencukur kepala mereka sebelum bekerja di Toy Story 3.

27. Setting latar pada Toy Story 3 didasarkan pada fakta asli. Ketika Tinny tersesat di halte dan ditemukan oleh seorang tukang sampah yang melemparkan dia ke belakang truk pengangkut sampah, akhirnya dia bertemu ventriloquist dummy dan mereka berdua memutuskan untuk tetap bersatu. Tetapi pada akhirnya mereka berpisah.

28. Blake Clark menjadi suara baru Slinky Dog, menggantikan Jim Varney yang meninggal pada tahun 2000. Clark berteman baik dengan Varney sebelum kematiannya.

29. Original Toy Story adalah film animasi pertama yang sepenuhnya dihasilkan oleh komputer full-length film.

30. Baju biru yang dipakai barbie pada Toy Story 3, terinspirasi dari film Great Shape Barbie Doll tahun 1984. Boneka film yang dimodelkan setelah “Animal Lovin” pada tahun 1988.

sumber : http://hermawayne.blogspot.com/2011/02/fakta-tentang-film-toy-story.html

Animasi

Animasi, atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-"putar" sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan film animasi 3 dimensi daripada film animasi 2 dimensi. Wayang kulit merupakan salah satu bentuk animasi tertua di dunia. Bahkan ketika teknologi elektronik dan komputer belum diketemukan, pertunjukan wayang kulit telah memenuhi semua elemen animasi seperti layar, gambar bergerak, dialog dan ilustrasi musik.

Proses pembuatan animasi

Ada dua proses pembuatan film animasi, diantaranya adalah secara konvensional dan digital. Proses secara konvensional sangat membutuhkan dana yang cukup mahal, sedangkan proses pembuatan digital cukup ringan. Sedangkan untuk hal perbaikan, proses digital lebih cepat dibandingkan dengan proses konvensional. Tom Cardon seorang animator yang pernah menangani animasi Hercules mengakui komputer cukup berperan. "Perbaikan secara konvensional untuk 1 kali revisi memakan waktu 2 hari sedangkan secara digital hanya memakan waktu berkisar antara 30-45 menit." Dalam pengisian suara sebuah film dapat dilakukan sebelum atau sesudah filmnya selesai. Kebanyakan dubbing dilakukan saat film masih dalam proses, tetapi kadang-kadang seperti dalam animasi Jepang, sulih suara justru dilakukan setelah filmnya selesai dibuat.

Animasi 2Dimensi

Tehnik konvensional

Teknik Celluloid (kadang-kadang disebut cell saja) ini merupakan teknik mendasar dalam pembuatan film animasi klasik. Setelah gambar mejadi sebuah rangkaian gerakan maka gambar tersebut akan ditransfer keatas lembaran transparan (plastik) yang tembus pandang/ sel (cell) dan diwarnai oleh Ink and Paint Departement. Setelah selesai film tersebut akan direkam dengan kamera khusus, yaitu multiplane camera di dalam ruangan yang serba hitam.
Objek utama yang mengeksploitir gerak dibuat terpisah dengan latar belakang dan depan yang statis. Dengan demikian, latar belakang (background) dan latar depan (foreground) dibuat hanya sekali saja. Cara ini dapat menyiasati pembuatan gambar yang terlalu banyak.
  • Pra-produksi:
    • Konsep,
    • Skenario,
    • Pembentukan karakter,
    • Storyboard,
    • Dubbing awal,
    • Musik dan sound FX
  • Produksi:
    • Lay out (Tata letak),
    • Key motion (Gerakan kunci/ inti),
    • In Between (Gambar yang menghubungkan antara gambar inti ke gambar inti yang lain)
    • Clean Up (Membersihkan gambar dengan menjiplak)
    • Background (Gambar latar belakang),
    • Celluloid (Ditransfer keatas plastik transparan)
    • Coloring (Mewarnai dengan tinta dan cat).
  • Post-produksi:
    • Composite,
    • Camera Shooting (Gambar akan diambil dengan kamera, dengan mengambil frame demi frame),
    • Editing,
    • Rendering,
    • Pemindahan film kedalam roll film.

Tehnik digital

Setelah perkembangan teknologi komputer di era 80-an, proses pembuatan animasi 2 dimensi menjadi lebih mudah. Yang sangat nyata dirasakan adalah kemudahan dalam proses pembuatan animasi. Untuk penggarapan animasi sederhana, mulai dari perancangan model hingga pengisian suara/dubbing dapat dilakukan dengan mempergunakan satu personal komputer. Setiap kesalahan dapat dikoreksi dengan cepat dan dapat dengan cepat pula diadakan perubahan. Sementara dengan teknik konvensional, setiap detail kesalahan kadang-kadang harus diulang kembali dari awal. Proses pembuatan animasi 2Dimensi digital terdiri dari:
  • Pra-produksi:
    • Konsep,
    • Skenario,
    • Pembentukan karakter,
    • Storyboard,
    • Dubbing awal,
    • Musik dan sound FX
  • Produksi:
    • Lay out,
    • Key motion,
    • In Between,
    • Background,
    • Scanning
    • Coloring.
  • Post-produksi:
    • Composite,
    • Editing,
    • Rendering,
    • Pemindahan film kedalam berbagai media berupa VCD, DVD, VHS dan lainnya.

Animasi 3Dimensi

Tiga Dimensi, biasanya digunakan dalam penanganan grafis. 3D secara umum merujuk pada kemampuan dari sebuah video card (link). Saat ini video card menggunakan variasi dari instruksi-instruksi yang ditanamkan dalam video card itu sendiri (bukan berasal dari software) untuk mencapai hasil grafik yang lebih realistis dalam memainkan game komputer.[2]

Film Animasi dengan keuntungan tertinggi

Sampai saat ini, ada beberapa film animasi yang memiliki keuntungan yang sangat besar, sebut saja Shrek 2 atau Finding Nemo, yang keuntungannya sudah diatas 800 juta dollar, yang film lain saja sangat sulit mendapatkannya. Berikut adalah 20 film animasi dengan pendapatan tertinggi :

Rank Nama Film Studio Penghasilan dunia Tahun
1 Shrek 2 DreamWorks SKG $919,838,758 2004
2 Ice Age: Dawn of the Dinosaurs BlueSky $878,701,244 2003
3 Finding Nemo Disney/Pixar $864,625,978 2003
4 Shrek The Third DreamWorks SKG $798,958,162 2007
5 The Lion King Buena Vista/Walt Disney $783,841,776 1994
6 Up Disney/Pixar $683,807,981 2009
7 Ice Age: The Meltdown 20th Century Fox $655,388,158 2006
8 Ratatouille Disney/Pixar $643,707,397 2007
9 Kung Fu Panda DreamWorks SKG $631,736,484 2008
10 The Incredibles Disney/Pixar $631,442,092 2004
11 Madagascar: Escape 2 Africa DreamWorks SKG $603,900,309 2008
12 Monsters, Inc. Disney/Pixar $545,366,597 2001
13 WALL•E Disney/Pixar $533,268,237 2008
14 Madagascar DreamWorks SKG $532,680,671 2005
15 Aladdin Buena Vista/Walt Disney $504,050,219 1992
16 Toy Story 2 Disney/Pixar $485,015,179 1998
17 Shrek DreamWorks SKG $484,409,218 2001
18 Cars Disney/Pixar $461,983,149 2006
19 Tarzan Buena Vista/Walt Disney $448,191,819 1999
20 Wayang Indonesia Wabanana Studios $919,191,819 2010
21 Happy Feet Warner Bros. $384,300,000 2006

Animasi di Indonesia

Perkembangan animasi sebenarnya telah meluas di Indonesia, bahkan ada beberapa studio yang telah membuat animasi lisensi luar dikerjakan oleh tenaga ahli lokal atau dengan kalimat lain, Indonesia sudah lama terkenal hanya sebagai tempat produksi industri film animasi Jepang dan Amerika Serikat. Data Ainaki (Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia) mencatat nama-nama studio animasi Indonesia, diantaranya adalah: Frozzty Entertainment,Dreamlight Animation, Tunas Pakar Integraha, Castle Production,CAM Solution,DreamTOoN, Mirage, Pustaka Lebah, Jogjakartun, Mrico, Animad Studio, Jelly Fish, Bulakartun, Griya Studio, Bening Studio, Studio Kasatmata, ADBstudio, Hicca Animation Studios, Asiana Wang Animation, Bintang Jenaka Cartoon Film, Red Rocket, Infinite Frameworks Studios Batam, Animotion Academy, Sianima Animation dan lain-lain.[3]

sumber : wikipedia.com

Senin, 28 Januari 2013

Cara Menggunakan Adobe Premiere Pro


Adoba premiere merupakan salah satu software video editing unggulan yang kerap digunakan dalam dunia perfilman. Banyak fitur yang bisa anda gunakan didalamnya, mulai dari fitur sederhana sampai dengan fitur yang lebih profesional yang pastinya bikin bingung orang awam, termasuk saya.. :D

Berikut saya jelaskan cara paling dasar dalam menggunakan adobe premiere....
Disini akan dibahas cara membuat project baru, mengimport, export dan encoding video. Jadi untuk teknik editing dan info-info yang lebih detil akan saya bahas di postingan selanjutnya..

Buka dulu adobe premiere anda.
Software ini tergolong berat, jadi bagi spek komputer yang rendah akan kesulitan menggunakannya.


Klik new project maka akan muncul menu ini. Kasih nama project anda kemudian OK
Selanjutnya akan ada profile atau preset project. Pilih sesuai dengan kategori video yang akan anda edit. Umumnya DV NTSC atau DV PAL dengan resolusi sekitaran 720x480.


Setelah itu anda akan dihadapkan pada workspace kosong beserta timeline editing. Import video anda dengan klik kanan import pada tab project di kiri atas.
Adobe premiere terkadang tidak mendukung format *.mp4 jadi bagi yang videonya berformat MP4 bisa di convert dulu jadi format MPEG atau AVI.

Video yang telah di import akan ditampilkan seperti dibawah ini

Langkah selanjutnya, anda drag video terebut ke area timeline. Di area ini maka video sudah siap diedit. Preview video bisa anda lihat di preview pane pada jendela kanan atas.


Video anda telah siap diedit? kini anda tinggal meng-export kemudian meng-encode video tersebut. Pilih menu export - media seperti gambar berikut


Maka akan muncul export setting dengan beragam preset. Biar tidak pusing, anda pilih saja salah satu preset tersebut. Resolusinya disarankan sama dengan video awal. Kalau anda mengerti, bisa setting sendiri outputnya sesuai yang diinginkan. Setelah itu klik OK

Akan muncul jendela adobe media encoder yang bertugas meng-encode video anda sesuai settingan export tadi.

Project anda akan masuk list antri dengan status waiting. Klik tombol start queue maka proses encoding akan berjalan... :D

Semoga tutorial ini berguna, walau cuma basic.. :D
Terus terang, lebih mudah memakai corel video studio daripada adobe premiere.. Namun untuk soal fitur jelas adobe premiere lebih banyak.

Selasa, 22 Januari 2013

Tutorial Membuat Autobot Transformers in 3Ds max

Kalian pasti sudah melihat film Transformers dari seri 1 sampai 3. Keren banget kan animasinya. Aku sudah mencoba untuk membuat Autobot menggunakan 3Ds max, bermodalkan mobil Mitsubishi Lancer dan beberapa video tutorial dari YouTube, aku mencoba membuat Autobot yang video animasinya bisa dilihat di sini.

Kalian juga pengen mencoba membuat Autobot transformation? Gak susah kok, hanya perlu kesabaran dan kreatifitas.
Kalian pasti bisa jika mau berusaha. 

Tanpa panjang lebar, aku jelaskan garis besar proses pembuatannya. Dengan langkah-langkah sebagai berikut :


1. Siapkan model yang ingin di transformasi (mobil, sepeda motor, handphone, atau apapun sesuai yang kalian inginkan).
Kalau kalian ingin membuat mobil 3Ds max sebagai modal Autobot, dan belum tau caranya silahkan buka Tutorial Car Modeling in 3Ds max.

2. Buatlah badan dari robot kamu (dalam hal ini robot telanjang, tanpa asesoris body-body mobil yang tertempel). Lengkap dari ujung kaki sampai ujung kepala.

3. Waktunya untuk membuat sistem tulang atau biasa disebut rigging, kalian bisa menggunakan biped ataupun bones. Kalo aku lebih suka menggunakan bones, karena lebih fleksibel dalam menentukan panjang tulang dan memperbanyak sendi.
Tapi bagi pemula bisa mengikuti petunjuk tutorial dulu yaitu menggunakan biped.

4. Saatnya untuk mengaitkan body robot ke tulang yang sudah kalian buat atau sering disebut skinning. (Kemarin aku ada masalah dalam skinning menggunakan biped, lalu aku ganti tulang menggunakan bones). Jika kalian menemukan masalah, silahkan komentar di postingan ini, kalo aku bisa, pasti aku kasih tau cara mengatasi masalah tersebut.

5. Inilah saat-saat yang membedakan animasi robot biasa dengan Autobot Transformers, kali ini kalian akan membuat animasi gerakan komponen-komponen mobil yang bergerak mengikuti robot.

Hal diatas adalah garis besar dalam pembuatan Autobot Transformers, Langkahnya cukup panjang jika ditulis dengan kata-kata, untuk mempersingkat dan mempermudah kalian untuk memahami, silahkan download video tutorial dibawah ini.

Selamat Berkarya, jika ada pertanyaan silahkan tinggalkan komentar di postingan ini.
 


 
 

Fotografi

Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).
Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.
http://id.wikipedia.org/wiki/Fotografi

Perkembangan Film Animasi

Animasi secara sederhana bisa kita katakan sebuah ilustrasi atau gambar yang dicetak dalam frame demi frame. Tiap-tiap frame memiliki gambar yang berbeda (nyaris sama) satu sama lain sehingga jika diproyeksikan (bergerak secara cepat) terciptalah ilusi pergerakan gambar. Perkembangan teknik animasi dari masa ke masa demikian pesat. Sejak awal kali pertama para pembuat animasi langsung menggambar pada frame filmnya hingga kini telah menggunakan teknologi digital. Dari animasi dua dimensi (2-D), lalu animasi stop-motion, kini berkembang menjadi animasi tiga dimensi digital (CGI). Batasan film animasi juga semakin “kabur” karena teknik animasi kini lazim digunakan sebagai efek visual untuk film-film non-animasi, seperti sering kita lihat pada film-film fiksi ilmiah serta fantasi.
Animasi juga sering disebut sebagai atribut genre. Animasi bukanlah genre namun lebih tepatnya merupakan sebuah teknik. Film animasi memiliki jangkauan wilayah cerita serta genre yang luas, seperti drama, fiksi-ilmiah, perang, fantasi, horor, musikal, hingga epik sejarah. Walau bisa dinikmati oleh semua kalangan, film animasi juga identik sebagai film hiburan anak-anak karena pada kenyataannya sebagian besar film yang diproduksi memang ditujukan untuk anak-anak. Dalam beberapa kasus seperti di Jepang misalnya, film animasi juga diproduksi untuk segmen penonton dewasa.

Awal Perkembangan Animasi







Sejak awal ditemukannya sinema, para pembuat film telah menggunakan teknik animasi untuk menghasilkan efek visual, seperti ledakan, roket, serta benda terbang lainnya dalam film-film mereka. Film animasi penuh pendek pertama dengan format film standart tercatat adalah Humorous Phases of Funny Faces (1906) yang diproduksi oleh kartunis surat kabar Amerika, J. Stuart Blackton. Film animasi ini menggambarkan seorang kartunis yang tengah menggambar wajah di sebuah papan tulis. Di wilayah Eropa film animasi pendek Fantasmagorie (1908) karya Émile Cohl asal Perancis tercatat sebagai salah satu film animasi tertua. Sementara film animasi panjang pertama adalah El Apóstol (1917) karya Quirino Cristiani, animator asal Argentina. Animasi stop-motion “3-D” pertama tercatat adalah The Grasshopper and the Ant (1911) dan The Cameraman's Revenge (1911) karya animator Soviet Wladislaw Starewicz. Pada periode film bisu ini, film-film animasi berkembang demikian pesat hampir di seluruh negara di dunia baik di Asia, Eropa, dan terutama di Amerika.

Karakter animasi pertama yang sangat berpengaruh dan sukses adalah Gertie, si Brontosaurus dalam Gertie the Dinosaur (1914) yang filmnya berisi sebanyak 10.000 frame gambar. Sang kreator adalah animator komik kenamaan harian New York Herald, yakni Winsor McCay. Beberapa tahun kemudian karakter populer, si kucing Felix karya animator Otto Messmer, muncul pertama kali dalam film Feline Follies (1919) dan Musical Mews (1919). Kucing superstar ini muncul dalam ratusan film pada satu dekade ke depan dan tercatat merupakan karakter animasi pertama yang sukses menjadi merchandise. The Last Life (1928) tercatat sebagai film animasi Felix terakhir yang popularitasnya semakin menurun karena munculnya teknologi suara dan kalah bersaing dengan superstar Walt Disney, Mickey Mouse. Sementara animator legendaris Walt Disney semasa era film bisu ini tercatat telah sukses dengan seri kartun Alice serta Oswald, Si Kelinci.

Animasi di Era Awal Film Bicara


Datangnya teknologi suara pada akhir dekade 20-an semakin mendukung perkembangan film animasi. Pada tahun 1928, Ub Werks, animator studio Disney mengembangkan karakter baru sebagai pesaing karakter Felix The Cat. Karakter animasi populer, Mickey Mouse muncul pertama kali dalam Plane Crazy (1928) serta diikuti Steamboat Willie (1928). Dalam Steamboat Willie, karakter Mickey telah muncul bersama pasangannya Minnie, yang suara keduanya diisi sendiri oleh Walt Disney. Steamboat Willie juga tercatat sebagai film animasi pertama yang menggunakan sinkronisasi suara. Film ini merupakan landmark bagi perkembangan film animasi sekaligus pemicu sukses karakter si tikus setelahnya. Dalam perkembangan selanjutnya Walt Disney berkembang menjadi studio pelopor yang paling sukses memproduksi film-film animasi.


Tidak kalah dengan Disney beberapa studio kompetitor lainnya turut mengembangkan beberapa karakter animasi yang masih dikenal hingga kini. Fleischer Brothers adalah empat bersaudara yang bertanggungjawab mempopulerkan karakter-karakter populer seperti Bimbo, Betty Boob, hingga Popeye. Si seksi Betty Boob mulai populer dalam film Silly Scandals (1931) namun setelah sukses dengan beberapa filmnya karakter ini mulai memudar setelah munculnya lembaga sensor film. Sementara karakter Popeye muncul pertama kali bersama Betty Boop dalam Popeye the Sailor (1933). Sejak tahun 1938, Popeye menggantikan Mickey Mouse sebagai karakter animasi paling populer di Amerika yang bertahan hingga dua dekade ke depan. Fleischer Brothers bersama DC Comics kelak juga mempelopori film animasi superhero populer, Superman (1941) yang diikuti belasan seri lainnya.



Periode Emas Film Animasi di Era Klasik


Selain sukses dengan seri Mickey Mouse, Disney juga sukses besar dengan seri kartun Silly Symphony. Seri pertamanya adalah Skeleton Dance (1929) dan kemudian berlanjut sampai dengan 70 episode lebih hingga tahun 1939. Selama satu dekade ini seri Silly Symphony juga sukses menyabet tujuh Oscar untuk kategori animasi pendek terbaik. Flowers and Tree (1932) adalah peraih Oscar pertama untuk studio Disney serta tercatat sebagai film animasi pertama yang menggunakan teknologi tiga warna (technicolor). Seri yang paling populer adalah The Three Little Pigs (1933) dengan lagu hit-nya Who’s Afraid of the Big Bad Wolf?. Pada era 30-an ini pula ikon populer Disney lainnya mulai bermunculan, yakni Pluto, Goofy, serta Donald Duck.
Walt Disney meraih kejayaannya pada akhir dekade 30-an hingga 50-an melalui belasan film animasi panjangnya. Disney mengawali rentetan suksesnya melalui animasi klasik, Snow White and the Seven Dwarfs (1937) yang tercatat sebagai pencetak keuntungan terbesar pada tahun rilisnya. Film yang merupakan perpaduan roman, fantasi, serta musikal ini menjadi formula dasar bagi film-film klasik Disney berikutnya, seperti Pinocchio (1940), Bambi (1942), Cinderella (1950), Alice in Wonderland (1951), serta Sleeping Beauty (1959). Disney juga melakukan terobosan besar melalui film termahalnya saat itu, yakni Fantasia (1940) yang merupakan perpaduan harmonis antara musik klasik dengan animasi.
Studio Warner Bros. (WB) bersama tim animatornya, Isadore "Friz" Freleng, Bob Clampett, Chuck Jones, serta Tex Avery, bersaing dengan Disney melalui seri kartunnya yang ekstrem, brutal, serta “sadistik” yang memang ditujukan untuk penonton dewasa melalui seri Looney Toons dan Happy Harmonies. Melalui seri inilah ikon-ikon kartun klasik seperti Porky Pigs, Bugs Bunny, Elmer Fudd, Duffy Duck, Sylvester, Tweety, Speedy Gonzales, Road Runner, hingga Coyote mulai muncul. Mel Blanc juga dikenal sebagai pengisi suara nyaris semua ikon kartun WB tersebut. Sementara karakter kartun eksentrik WB lainnya, yakni Pink Panther baru muncul pada awal dekade 60-an.

Sementara itu studio MGM bersama William Hanna dan Joseph Barbera menjadi rival serius Disney dan WB melalui seri kartun populernya, Tom & Jerry. Dua karakter ini muncul pertama kali dalam Puss Gets the Boot (1940). Sukses film ini berlanjut hingga dua dekade ke depan yang diproduksi hingga lebih dari seratus judul. Karakter kucing dan tikus ini mampu mendobrak dominasi Disney dengan meraih Oscar (animasi pendek terbaik) lebih banyak dibandingkan seri kartun lainnya. Dalam dekade 40-an saja tercatat ada lima judul film yang meraih Oscar yakni, Yankee Doodle Mouse (1943), Mouse Trouble (1944), Quiet, Please! (1945), The Cat Concerto (1946) serta The Little Orphan (1948).
..
Pada periode ini teknik animasi stop-motion juga populer yang dipelopori oleh Ray Harryhausen, yang dijuluki pula bapak animasi stop-motion. Teknik ini sering digunakan sebagai efek visual dalam film-film fiksi ilmiah untuk menggambarkan karakter raksasa, monster, makhluk angkasa, dan lain sebagainya. Ray mulai terlibat produksi animasi stop-motion dalam Mighty Joe Young (1949), dan namanya mulai dikenal setelah bekerja dalam film-film sukses seperti Earth vs. The Flying Saucers (1956), The 7th Voyage of Sinbad (1958), Mysterious Island (1961), serta Jason and the Argonauts (1963). Ray masih terlibat dalam produksi animasi stop-motion hingga awal dekade 80-an.
Pada era akhir 60-an hingga pertengahan 80-an film animasi nyaris tidak mengalami perkembangan yang berarti. Disney sepanjang dua dekade ini hanya mengeluarkan film-film animasi kelas duanya, seperti The Aristocats (1970), The Rescuers (1977), hingga Tron (1982). Sistem sensor yang mulai memudar di awal dekade 60-an juga berdampak pada film-film animasi seperti tampak pada karya-karya Ralph Bakshi. Salah satu arahannya, Fritz the Cats (1972) merupakan film animasi pertama yang mendapatkan rating X. Film ini berkisah tentang seekor kucing yang menyukai seks dan obat-obatan. Bakshi juga memproduksi animasi unik bertema fantasi, Wizard (1977) dan The Lord of the Rings (1978).

Perkembangan di Era 80-an hingga Kini


Pada era akhir 80-an hingga pertengahan 90-an Disney akhirnya kembali berjaya dengan film-film animasi konvensionalnya seperti pada era klasik. Diawali dengan kisah si putri duyung, The Little Mermaid (1989) yang sukses luar biasa sehingga pihak studio semakin bergairah memproduksi animasi sejenis. Sukses fenomenal berlanjut melalui film-film animasi seperti The Beauty and the Beast (1991), Alladin (1992), The Lion King (1994), Pocahontas (1995), serta Mulan (1998). Selain sukses komersil, The Beauty and the Beast juga tercatat sebagai film animasi pertama yang meraih nominasi Oscar untuk film terbaik. Sementara The Lion King pada masanya mencatatkan diri sebagai film animasi terlaris sepanjang sejarah. Semenjak era digital mendominasi, popularitas animasi tradisional Disney semakin menurun. Tercatat Home on the Range (2004) adalah film 2-D terakhir yang diproduksi Disney.
..
Pencapaian mengagumkan juga diperlihatkan film komedi Who Framed Roger Rabbit (1988) yang mampu menggabungkan animasi dengan aksi nyata secara meyakinkan. Film ini menampilkan nyaris semua ikon-ikon kartun era klasik baik Disney, WB, serta MGM. Teknik animasi stop-motion rupanya juga masih menjadi pilihan terbukti dengan suksesnya film The Nightmare Before Christmas (1993), James and the Giant Peach (1996), Chicken Run (2000), serta Wallace & Gromit: The Curse of the Were-Rabbit (2005). Animasi 2-D juga rupanya masih menjanjikan melalui adaptasi seri kartun televisi seperti Southpark: Bigger, Longer, and Uncut (1999), Pokemon The Movie (1999), The SpongeBob SquarePants Movie (2004) serta The Simpsons Movie (2007).

Rekayasa digital (CGI) pada pertengahan dekade 90-an akhirnya mulai mengambil-alih teknik animasi konvensional dengan pencapaian grafis yang sangat mengagumkan. CGI pun sudah lazim digunakan untuk efek visual film-film non-animasi, seperti Terminator 2 (1991) dan Jurrasic Park (1993). Dimotori oleh studio animasi Pixar, teknologi CGI mulai mendominasi pasar film-film animasi yang diproduksi pada dekade ini hingga mendatang. Bekerja sama dengan Disney, Pixar mengawali suksesnya melalui Toy Story (1995) yang menjadi tonggak sejarah perkembangan animasi di era digital. Kolaborasi Disney-Pixar berlanjut melalui film-film sukses berkualitas tinggi seperti, Toy Story 2 (1999), Monster Inc. (2001), Finding Nemo (2003), serta The Incredibles (2004). Pada tahun 2006, Disney membeli studio Pixar dan terbukti sukses dengan film-film berikutnya seperti Ratatouille (2007), serta yang baru lalu Wall-E (2008). Studio Dreamworks menjadi rival serius Disney melalui Shrek (2001) serta sekuelnya Shrek 2 (2004) yang sukses begitu fenomenal. Studio 20th Century Fox juga sukses melalui Ice Age (2002) bersama sekuelnya, Ice Age 2: The Meltdown (2006).

Dalam perkembangan tercatat beberapa film animasi produksi luar Amerika yang cukup menarik perhatian. Sekalipun tidak mampu bersaing secara komersil dengan film-film animasi produksi Amerika namun mereka menampilkan sesuatu yang berbeda sekaligus mampu bersaing dalam ajang bergengsi sekelas Academy Awards. Setelah sukses internasional melalui Princess Mononoke (1997), film animasi Jepang (anime) akhirnya mampu meraih Oscar melalui film fantasi petualangan unik, Spirited Away (2002). Film-film animasi unik produksi Perancis juga mendapat pengakuan tinggi di ajang yang sama, seperti The Triplets of Belleville (2003) serta Persepolis (2006). Dalam perkembangan ke depan rasanya film-film animasi produksi Amerika masih akan terus mendominasi pasar dunia. Film animasi tradisional 2-D lambat tapi pasti akan menghilang tergantikan oleh film animasi 3-D yang semakin tinggi kualitasnya.


sumber : http://montase.blogspot.com/2008/03/film-animasi-dari-masa-ke-masa.html

Sejarah Animasi Dunia

Kata orang, bangsa yang besar mengenal sejarahnya sendiri. Oleh sebab itu, sebelum kita menjadi animator yang hebat, mari bersama-sama mulai mencari tau sejarah tentang bidang ini, sebelum kita melangkah lebih jauh ke dalamnya.

Oke, ini mungkin akan menjemukan, tapi percayalah, kami akan berusaha membawakannya semenarik mungkin.

Jadi kapan animasi tertua ditemukan? 
Sampai saat tulisan ini ditulis, animasi tertua di dunia dipercaya ditemukan dalam bentuk kumpulan gambar dalam sebuah mangkuk yang berusia sekitar 5200 tahun yang lalu (wow, sudah lama banget ya). Mangkuk ini ditemukan oleh sekelompok arkaelog Italia (terimakasih pada mereka) pada tahun 1970-an di Iran, Shahr-e Sukhteh. Oke, mungkin ini bentuk animasi yang sesungguhnya, tapi hanya kumpulan dari 5 gambar kambing yang bergerak secara teratur yang dilukis sebagai hiasan mangkuk. Tapi tidak diragukan lagi, kalau ini adalah bentuk gambar berurutan tertua yang ditemukan di dunia. Dan tentu saja cikal bakal animasi.
bentuk mangkuknya seperti ini 
dan kira-kira, kalau gambar yang ada di mangkuk tersebut digabungkan, akan berbentuk seperti ini... keren kan?
sumber photo dan gif dirampok dari sini .. :) 

Tunggu - tunggu, bukannya gambar-gambar yang ada di makam2 firaun kuno itu jauh lebih lama? 
Kalau menurut wikipedia sih yah, mural dengan gambar berurutan  yang paling tua itu ditemukan di makam Khnumhotep and Niankhkhnum, dan lukisannya berumur sekitar 4000 tahun yang lalu. Penasaran dengan gambarnya? Ya, kira-kira seperti ini :

Hei, tapi kan itu semua cuma hanya kumpulan gambar tak bergerak. Dan berbeda dengan pengertian animasi. Atau karena pada saat itu belum ada alat yang bisa membuat gambar-gambar tersebut bergerak? 
Betul sekali, anggap saja pada saat itu belum ada tekhnologi yang bisa menggabungkan gambar-gambar tersebut menjadi sebuah animasi.

Mulai di abad 17, manusia di dunia di eropa, dimanjakan dengan visual gambar bergerak melalui beberapa alat yang menjadi cikal bakal alat yang menghasilkan animasi. Ada magic latern atau lentera ajaib, thaumatrope, phenakistoscope, zootrope, flipbook (yang sudah sempat disinggung di awal), dan praxinoscope.

Kenapa hanya eropa, bagaimana dengan bagian dunia lain?
Karena keterbatasan pengetahuan yang kami miliki, mungkin ada alat-alat lain yang ditemukan selain alat-alat yang disebut di luar eropa. Namun karena sumber awal hanya dari mbah wiki, kami, belum pernah mendengarnya. Nanti ya, kalau sudah menemukan informasi lebih lanjut, pasti ditambah di artikel ini. Sekarang, bisa kita lanjutkan?

Yuks, bagaimana kalau mulai dengan menjelaskan alat-alat tersebut?
Oke, mari kita mulai dengan magic latern atau lentera ajaib, yang ditemukan pada abad 17. Lentera ajaib ini merupakan cikal bakal dari proyektor. Tapi bentuk fisiknya jauh-jauh lebih seksi dari proyektor :) . 
perhatikan gambar sebelah kanan, buku cerita yang terinspirasi dari alat ini, dengan judul yang amat sangat menarik :)
Lalu thaumatrope, namanya memang ribet, tapi mainan dari abad 19 ini benar-benar cerdas. Dengan cara yang benar-benar simple, kita bisa membuat animasi sederhana. Dua gambar dibuat di atas dua sisi yang berbeda pada sebuah kertas berbentuk lingkaran yang kedua sisinya dibolongin dan diberi tali di masing-masing bolongan supaya kertasnya nanti bisa diputar untuk menciptakan ilusi seakan2 bergerak.
Nah ini contoh thaumatrope yang bisa dijadiin suvenir pernikahan yang sangat keren :P, dan juga murah :D . 

Kata orang, bangsa yang besar mengenal sejarahnya sendiri. Oleh sebab itu, sebelum kita menjadi animator yang hebat, mari bersama-sama mulai mencari tau sejarah tentang bidang ini, sebelum kita melangkah lebih jauh ke dalamnya.

Oke, ini mungkin akan menjemukan, tapi percayalah, kami akan berusaha membawakannya semenarik mungkin.

Jadi kapan animasi tertua ditemukan? 
Sampai saat tulisan ini ditulis, animasi tertua di dunia dipercaya ditemukan dalam bentuk kumpulan gambar dalam sebuah mangkuk yang berusia sekitar 5200 tahun yang lalu (wow, sudah lama banget ya). Mangkuk ini ditemukan oleh sekelompok arkaelog Italia (terimakasih pada mereka) pada tahun 1970-an di Iran, Shahr-e Sukhteh. Oke, mungkin ini bentuk animasi yang sesungguhnya, tapi hanya kumpulan dari 5 gambar kambing yang bergerak secara teratur yang dilukis sebagai hiasan mangkuk. Tapi tidak diragukan lagi, kalau ini adalah bentuk gambar berurutan tertua yang ditemukan di dunia. Dan tentu saja cikal bakal animasi.
bentuk mangkuknya seperti ini 
dan kira-kira, kalau gambar yang ada di mangkuk tersebut digabungkan, akan berbentuk seperti ini... keren kan?
sumber photo dan gif dirampok dari sini .. :) 

Tunggu - tunggu, bukannya gambar-gambar yang ada di makam2 firaun kuno itu jauh lebih lama? 
Kalau menurut wikipedia sih yah, mural dengan gambar berurutan  yang paling tua itu ditemukan di makam Khnumhotep and Niankhkhnum, dan lukisannya berumur sekitar 4000 tahun yang lalu. Penasaran dengan gambarnya? Ya, kira-kira seperti ini :

Hei, tapi kan itu semua cuma hanya kumpulan gambar tak bergerak. Dan berbeda dengan pengertian animasi. Atau karena pada saat itu belum ada alat yang bisa membuat gambar-gambar tersebut bergerak? 
Betul sekali, anggap saja pada saat itu belum ada tekhnologi yang bisa menggabungkan gambar-gambar tersebut menjadi sebuah animasi.

Mulai di abad 17, manusia di dunia di eropa, dimanjakan dengan visual gambar bergerak melalui beberapa alat yang menjadi cikal bakal alat yang menghasilkan animasi. Ada magic latern atau lentera ajaib, thaumatrope, phenakistoscope, zootrope, flipbook (yang sudah sempat disinggung di awal), dan praxinoscope.

Kenapa hanya eropa, bagaimana dengan bagian dunia lain?
Karena keterbatasan pengetahuan yang kami miliki, mungkin ada alat-alat lain yang ditemukan selain alat-alat yang disebut di luar eropa. Namun karena sumber awal hanya dari mbah wiki, kami, belum pernah mendengarnya. Nanti ya, kalau sudah menemukan informasi lebih lanjut, pasti ditambah di artikel ini. Sekarang, bisa kita lanjutkan?

Yuks, bagaimana kalau mulai dengan menjelaskan alat-alat tersebut?
Oke, mari kita mulai dengan magic latern atau lentera ajaib, yang ditemukan pada abad 17. Lentera ajaib ini merupakan cikal bakal dari proyektor. Tapi bentuk fisiknya jauh-jauh lebih seksi dari proyektor :) . 
perhatikan gambar sebelah kanan, buku cerita yang terinspirasi dari alat ini, dengan judul yang amat sangat menarik :)
hasil animasi dari magic latern :) 

Lalu thaumatrope, namanya memang ribet, tapi mainan dari abad 19 ini benar-benar cerdas. Dengan cara yang benar-benar simple, kita bisa membuat animasi sederhana. Dua gambar dibuat di atas dua sisi yang berbeda pada sebuah kertas berbentuk lingkaran yang kedua sisinya dibolongin dan diberi tali di masing-masing bolongan supaya kertasnya nanti bisa diputar untuk menciptakan ilusi seakan2 bergerak.
Nah ini contoh thaumatrope yang bisa dijadiin suvenir pernikahan yang sangat keren :P, dan juga murah :D . 

Nah mungkin phenakistocsope, yang baru benar-benar bisa disebut sebagai alat pemutar animasi pertama di dunia. Ditemukan pada sekitar taun 1831, oleh Joseph Plateau yang berkebangsaan Belgia dan Simon von Stampfer dari Austria. Phenakistoscope yang punya arti pandangan menipu,  menggunakan bantuan cermin untuk menciptakan ilusi. Namun pada perkembangannya nanti, penggunaan bantuan cermin tidak dipakai lagi.

Konsep phenakistoscope ini mungkin pengembangan dari mangkuk iran :) , kertas/kardus berbentuk lingkaran yang sudah digambar dengan gambar berurutan pada tiap slot, diatur pada satu sisi dengan gambar menghadap ke luar, ditaruh di phenakistoscope, lalu penonton menghadap ke cermin, dan kertas/kardus lingkaran tersebut diputar dengan tangan, dengan mata menghadap ke satu titik (slot)
bentuk phenakistoscope
kira-kira seperti ini yang akan dilihat mata kita .. indah bukan :) 

Zootrope , mungkin lebih terkenal dari Phenakistoscsope, tapi konsep dasarnya sama. Diperkenalkan pada tahun 1834, mainan yang bisa dinikmati bersama keluarga ini masih populer di akhir abad 20 kemarin. Bahkan felix the cat mengeluarkan produk zootropenya :) .
bentuk zootrope
 

 
Flipbook, siapa yang tidak mengenalnya di dunia animasi :). Seperti yang sudah di sebuat di artikel pertama dari blog ini, kita bisa menciptakan flipbook, hanya dengan mencorat-coret sisi belakang ke depan buku tulis kita, lalu dengan cepat membuka sisi yang dicoret dari belakang ke depan. Flipbook dipatenkan oleh John Barnes Flinnet, pada tahun 1868. Pada perkembangannya, flipbook tidak hanya berbentuk buku saja.